,

Jl. Wachid Hasyim, samarinda, HP: 081350782911
Email: gun_fis01@yahoo.com

,

“BELAJAR MENULIS”

Sabtu, 03 Juli 2010

Tauhid dan kemerdekaan


Muhammada bin Abdullah, merupakan seorang nabi pelanjut dan sebagai penyempurna risalah kenabian nabi-nabi sebelumnya, karena Risalah penyempurna maka ajaran Muhammad merupakan ajaran yang sempurna dan lengkap dan fitrah (sesuai kebutuhan manusia) karena memang Risalah ini bersumber dari Tuhan yang maha Sempurna penguasa Alam semesta, karena Risalah Muhammad ini sempurna maka Muhammad merupakan nabi terakhir dan sekaligus penutup nabi yang diutus oleh Allah yang Maha kuasa, tidak ada risalah apapun yang akan muncul pada era ini dan yang akan datang, tinggal manusia kita sebagai hamba
Muhammad Rasulullah diutus ditengah masayarakat yang telah beragama atau memiliki keyakinan terhadap kehidupan baik itu merupakan dari risalah kenabian; yahudi maupun nasrani maupun hasil dari pemikiran, karya, imajinasi, pengalaman manusia tentang fenomena-fenomena jagat raya seperti majusi, animisme dan dinamisme atapun paganisme, ajaran-ajaran ini selain menguasai secara naluri keimanan juga muncul juga sebagai penguat dan justifikasi penguasaan material antara sesama manusia, misalnya pemimpin kabilah terhadap komunitasnya, raja dan kaisar terhadap kekuatannya, raja, kaisar, pemimpin masyarakat mempunyai legalitas untuk memahami dan menginprestasikan tentang agama, dan masyarakat mengakui ini sehingga, bagi seorang raja menjadi penguat untuk menguasai rakyatnya yang dimulai dari hegemoni (pemikiran) kearah penguasaan fisik, dan rakyat akan patuh karena mereka telah terkuasai secara ideologi.
Rasulullah hadir ditengah masyarakat tersebut dengan membawa ajaran kesetaraan, persamaam, antara sesama manusia mengahapus batas-batas strata/kelas, raja, saudagar, prajurit, hakim, petani, pembantu semuanya berkedudukan sama, menghapus raja/kaisar lebih tinggi dari pada rakyat jelata/sipil, menghapus ketundukan, dan inilah sebuah deklarasi Hak asasi Manusia (HAM), Semua berhak sama.
ajaran kesetaraan ini lahir dari sebuah Risalah tauhid/syahadat yaitu sebuah pengakuan akan keesaaan Tuhan penguasa Alam semesta dan makhluk /manusia (raja, kaisar, saudagar, petani, dll) adalah abdi Allah tidak ada yang superior diantara manusia terkecuali karena tingkat keilmuan, kompetensi, itu pun semua karena ketaqwaannya, yang kemudian dengan kemampuan ini ada yang jadi pemimpin, pengangkatan pemimpin itupun bukan karena dia lebih tinggi hanya karena sebuah pengakuan dan kesepakatan sesama manusia /masyarakat perlunya kepemimpinan, dan pemimpin itu pun diberikan mandat dari rakyat tidak bisa superioritas dengan masyarakat. konstituennya, karena itu hanyalah mandat yang rakyat bisa memcabutnya kapan saja dia mau. jadi dalam risalah tauhid ini semua berkedudukan sama dalam masyarakat. sehingga konsep Tauhid ini menjadi sumber utama kemerdekaan bagi manusia, dan kemerdekaan ini merupakan nilai kemanusiaan yang paling utama bagi seorang manusia, kemerdekaan ini lah menjadi pembeda manusia dengan makhluk yang lain. manusia tidak perlu takut dengan siapapun sesama manusia karena kita semuanya abdi allah atau hamda allah. bersambung ...
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Tauhid dan kemerdekaan"

Posting Komentar