
Apakah anda terkejut dengan tema yang diangkat majalah Tempo tentang adanya rekening gendut perwira Polri ? kalau saya dan juga mungkin teman-teman tidak terkejut lah, karena sepertinya Polisi dan bahkan pejabat negara lainnya sudah biasa dan rahasia umum memiliki kekayaan diluar apa yang diterima sebagai abdi negara, apakah ini terjadi karena kurang gaji sbg abdi negara tapi yang nyata kita sudah tau koq bahwa ketika kita menjadi PNS maka yang kita terima ya seperti yang ditentukan. kecuali memang yang bermotif memanfaatkan ke pejabatannya untuk menumpuk kekayaan.
Memang dua edisi ini majalah tempo lagi membahas yang banyak berkaitan dengan polisi, edisi lalu mengangkat topik tentang mafia emas hitam (batubara) di kalimantan selatan, disitu juga dibahas tentang persekutuan pengusaha dan pimpinan tertinggi polisi.
bagaimana pun saya sendiri apresiasi terhadap langkah media massa/tempo dalam membuka yang mungkin bagi kita sangat susah untuk membongkarnnya, kata teman Susno Doadji saja jenderal Bintang tiga yang bongkar mafia di kepolisian bisa di bui, gimana kita rakyat biasa, hmmm...., pokonya resikonya besar lah, saya kira majalah tempo ini lah salah satu contoh media sebagai pilar demokrasi, krtik sosial
Dengan tema yang diusung majalah tempo ini, sepertinya membuat perwira polisi akan merah telinganya, ini juga mungkin mengapa tempo edisi majalah ini sudah jarang ditemui dipenjual2 koran bahkan habis sama sekali, bahkan dijakarta sampai ratusan eksemplar langsung dibeli kontan, g tau apakah polisi sendiri yang beli atau memang masyarakat, tapi yang nyata polisi akan mengambil langkah hukum dengan majalah tempo tapi bukan karena isinya yang membahas rekening gendut karena merasa terhina karena cover majalah polisi digambarkan ditarik/menarik beberapa ekor babi (baca)
Perwira polisi yang memiliki rekening gendut diantaranya mantan kapolda kaltim Mathius Salmpang, lebih lengkapanya baca dalam tempointeraktif
harapan saya dan juga mungkin kita semua, saatnya memang institusi polisi sebagai aparat penegak hukum dibersihakn dari perwira, personel mafia hukum, memang yang paling berbahaya bagi masyarakat sipil adalah ketika pengusaha dan aparat hukum bersekongkol maka hancurlah tatanan masyarakat. supaya 1 juli di hari jadi polisi jadi momentum pembersihan polisi dari mafia, tapi sepertinya saya dan teman-teman juga sanksi, kecuali SBY sedikit membuka keberaniannya. hmmm ... kita tunggu lah sambil kalau bagi teman2 yg jadi aktivis maka besok bagus juga untuk demo di hari jadi polisi 1 juli, berilah kado kepolisian dengan SAPU atau apalah yang menyimbolakn agar polisi bersih-bersih, SELAMAT HARI BHAYANGKARA YANG KE 64


0 komentar: on "Rekening Gendut Perwira Polri Di Hari Bhayangkara yang ke 64"
Posting Komentar