,

Jl. Wachid Hasyim, samarinda, HP: 081350782911
Email: gun_fis01@yahoo.com

,

“BELAJAR MENULIS”

Selasa, 06 Juli 2010

Dua Orang yang sangat Membuat Sedih Rasulullah Muhammad SAW


Isra’ dan Mi’raj salah satu hikmahnya untuk memberikan hiburan kepada Rasulullah setelah kehilangan istrinya tercinta khadijah dan pamannya Abu Thalib. kedua orang inilah yang sangat berjasa dalam menopang, menyemangati, mendukung yang selalu bersama ketika Rasulullah meyampaikan awal-awal dakwahnya, Abu Thalib sang paman menjadi pelindung di luar rumah, dan Khadijah menjadi pendukung di dalam rumah, Khadijah yang selalu mendukung apapun yang dilakukan sang suami bahkan sebelum masa kerasulan ketika Rasulullah memutuskan berdiam diri di Gua Hiro dengan meninggalkannya bersama anak-anaknya.

Khadijah dengan sangat ikhlasnya bersama putri tercinta Ummi kaltsum mengantarkan makanan dan segala kebutuhan Muhammad selama kurang lebih 3 tahun di Gua Hiro sampai ketika Turunnya suarat Al-Alaq sebagai penanda diangkatnya Muhammad oleh Allah SWT sebagai seorang Nabi dan Rasul dan pemimpin umat manusia.
Khadijah binti Khuwailid telah bersama-sama dalam kesengsaraan dan derita pemboikotan selama tiga tahun, padahal pada waktu itu pemimpin kaum kafir Quraisy meminta khadijah untuk tidak mengikuti Rasulullah untuk diboikot, tetapi Khadijah tetap bersama Rasulullah dalam penderitaan itu, bahkan dikisahkan penderitaan itu sampai dalam beberap hari meraka tidak makan kecuali rumput dan dedaunan yang menjadi makanan ternak, kalaupun ada makanan adalah makanan yang disembunyikan oleh sahabat bilal diketiaknya, begitu berat penderitaan pada waktu itu sehingga beberpa kali Allah firman Allah turun untuk meminta mereka bersabar.
Cinta Khadijah pemimpin para wanita ini disurga kepada Rasulullah digambarkan dalam dialog ummu kultsum, Fatimah dan asma binti Abu Bakar dalam sebuah Novel Pengikat Surga karya Hisani Bent Soe
ketika Rasulullah memberikan pertanyaan apa yang akan mereka tanyakan kalau suami tercinta mereka pergi mendahului mereka; dan mereka saling berdialog, dan kemudian Ummu Kultsum menggambarkan cinta Ibundanya kepada Ayahnya dengan falsafah cinta khadijah;

"Ibu tak ingin siapapun mendahuluinya dalam apa saja yang terkait ayahku"
"Ibu selalu ingin menjadi yang terdepan untuk ayah. ibu tak menunda waktu untuk menjadikan ayah penanggung jawab firma bisnisnya. ibu tak menunda waktu untuk menyampaikan keinginan menikah dengan ayah. ibu sama sekali tak menunda waktu, ia segera meraihnya.dan ia tak peduli dengan siapa yang akan menggantikannya"
"karena yang pertama seringkali tak tergantikan, begitulah pasangan jiwa". Kata Ummu Kultsum pada adiknya dan teman bermainnya Asma.

Menjelang kematian Bunda Khadijah , turunlah Jibril berkata kepada nabi

” sampaikan salam dari Allah kepada Khadijah, katakanlah kepadanya sesungguhnya Allah telah membahagiakanmu wahai Khadijah dengan istana dari mutiara (yang tengahnya seperti bambu) yang tidak ada karamaian didalamnya juga tidak ada kepayahan!”

Saking cintanya Muhammda kepada istrinya, setelah khadijah meninggal, masuklah salah seorang sahabat perempuan kepada Nabi dan berkata, “ Tidakkah anda menikah?” beliau menjawab,” adakah orang yang sebanding Khadijah? Ia beriman kepadaku ketika semua orang tidak mempercayaiku, ia membenarkanku ketika semua orang mendustakanku, ia memberikan semuanya kepadaku ketika orang-orang mencegahku dan tidak mau memberiku.”

Tiga hari atau pendapat lain tujuh hari sebelum meningggalnya Khadijah rasulullah telah kehilangan pamannya Abu Thalib. Kesedihn rasulullah ini digambarkan juga dalam Novel pengikat surga’

“wahai Paman, aku telah menyeru pada satu kalimat yang aku tidak berdusta akan itu”

“wahai paman engkau telah memuliakan aku, dan kebaikanmu tak terbilang padaku. Aku tak dapat membalasnya saat ini. Bolehkah Aku meminta engkau berkata sesuatu hingga aku dapat membalasnya saat ini. Bolehkah Aku meminta engkau berkata sesuatu hingga Aku dapat membalas segala kebaikanmu dengan syafaat dihari yang sangat berat ?”

“Apa yang kau minta ?”

“bersaksilah bahwa tiada tuhan selain allah, dan Muhammad utusan Allah”

“ Sesungguhnya yang engkau bawa adalah kebenaran dan aku ingin mengikutimu, tetapi aku bensi diujung waktu. Kumpulkanlah kembali Bani hasyim dan Banu Muthallib aku ingin menyampaikan wasiat terakhirku?\”

“apa yang akan paman wasiatkan?”

“Bahwa yang engkau bawa adalah kebenaran dan mereka akan ada dalam hidayah selama mengikutimu”

Tiga tahun kebersamaan dalam derita pemboikotan tidak berhenti berkelebat dalam relung-relung jiwa rasulullah

Pintu harapan yang terkunci karena tidak ada hak bagi rasulullah untuk memohonkan ampunan bagi paman yang telah merwatnya sejak usia 12 tahun, paman yang selalu melindungi dan mengayomilebih dari 40 tahun, air mata sungguh tak terbendung

Baginda nabi kehilangan dua pelindung sekaligus, seorang pelindung yang membela Nabi SAW diluar rumahnya, yaitu perlindungan pamannya Abu Thalib, dan seorang pelindung yang memberikan segalanyadirumahnya, yakni Istrinya khadijah

Referensi:

Novel Pengikat Surga karya Hisani Bent Soe

Jejak sang junjungan, Amru Khalid


Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Dua Orang yang sangat Membuat Sedih Rasulullah Muhammad SAW"

Posting Komentar