Keber-Tuhan-an manusia sesungguhnya sudah menjadi fitrah atau inheren dengan manusia/asal kejadian itu sendiri, menusia di bangun dari dzat yaitu fisik (jasad/tubuh) dan non fisikis (akal, hati), salah satu sifat keber-Tuhan-an adalah menyembah, fitrah menyembah ini mengalir dalam setiap hati dan pikiran manusia, sehingga dalam sejarah peradaban umat manusia, salah satu karya-karya peradaban itu adalah visualisasi kebertuhanan baik berupa; bangunan, karya-karya seperti candi, batu, perilaku dll.
visualisasi kebertuhanan itu selalu berkembang seiring dengan evolusi manusia, namun Tuhan tidaklah selalu membiarkan manusia untuk ber-Tuhan sesuai dengan pemikirannya, maka diturunkan Rasul sebagi penjelas kepada manusia untuk ber-Tuhan secara benar pada setiap kaum, dan diperkirakan jumlah nabi ada sekitar 124 ribu, dan Rasul ada sekitar 300 sebagaimana diinformasikan dalam hadits Rasulullah.
nabi dan rasul ini diturunkan pada kaum-kaum tertentu, jadi ajaran ke Rasulan mereka walaupun intinya sama yaitu bertuhan secara benar kepada Tuhan yang sebenarnya yaitu Allah SWT, tetapi tidak untuk seluruh alam dia hanya terbatas pada kaum itu, karena memang sesuai dengan kondisi zaman pada waktu itu, kita bisa bayangkan misalnya kalau nabi di utus pada zaman pra sejarah sekita 8000 tahun yang lalu (zaman prasejarah itu berakhir ketika manusia sudah mengenal tulisan, artinya setiap bangsa mempunyai perebdaan berakhirnya Prasejarah menjadi zaman sejarah misalnya bangsa mesir sudah mengenal tulisan tahun 4000 SM, indonesia ketika abad ke 5 yg ditandai dengan prasasti yupa di kerjaan Kutai.
pada zaman prasejarah ini teknolgi, mobilitas manusia, jalur komunikasi dan perhubungan masih sangat terbatas, sehingga dapat dibayangkan kalau seandianya nabi/rasul itu berlaku umum seluruh umat manusia (rahmatan lil'alamin), maka untuk menjangkau sebuah daerah untuk mengkampanyekan (dakwah) ajaran ke Rasulan pasti akan sulit, sehingga diperkiran jumlah rasul yang 300 dan nabi 124.000 itu ada yang bersamaan waktu diturunkan tetapi lokasi atau daerah dakwahnya berlainan.
sifat/fitrah kebertuhanan sesungguhnya tidak akan pernah hilang pada setiap manusia, tetapi dia akan terdistorsi/penyimpangan atau terjadi penguranagan kadar bahkan pada tahap kehilangan Ke-bertuhan-an secara fisik, hal ini terjadi kerena dia tidak mampu mengimbangi faktor-faktor eksternal. tapi dia akan muncul pada waktu-waktu tertentu, pada masa ketika dia mengalami kelemahan diri, misal pada waktu sakit, berada dalam bahaya, himpitan kehidupan, dll, maka manusia pasti akan mencari Tuhan.
cara ber-Tuhan, memang tidak menurut pemikiran, perasaan kita, karena Tuhan punya cara sendiri bagaimana manusia mengekspresikan cara bertuhan yang benar, jadi walaupun kita punya kesadaran yang tinggi tentang eksistensi Tuhan tetapi kita mengarang sendiri cara mengekspersikan ke-Bertuahanan kita maka dalam referensi islam ini Tertolak yg dinamakan dengan Bid'ah, cara berTuhan yang benar ini di contohkan oleh para Rasul. misal dalam islam salah satu bentuk ekspersi keber-Tuhanan yang tinggi adalah shalat, maka cara shalat harus sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad, sehingga seberapapun dan ketinggian kesadaran bertuhan tapi kalau cara bertuhannya tidak sesuai dengan yang dicontohkan Rasul maka tertolak bahkan kalau keluar dari yg digariskan maka dia bisa di vonis tidak bertuhan yang benar dalam kosakata ini bisa divonis ahlul bida'ah atau bahkan kafir kalau sudah pada tahapan menolak cara bertuahan itu sesuai dengan rasul.
tapi sesungguhnya mengapa kemudian orang menolak untuk ber-tuhan dengan benar; bertuhan yang benar ini disebut dengan orang beriman, atau juga orang-orang yang bertaqwa, atau muslim (orang yang berserah diri kepada Tuhan) dan orang yang sebaliknya adalah disebut orang-orang yang ingkar, kafir, mengapa mereka bisa mengingkari fitrahnya ..? sejarah pengingkaran makhluk terhadap tuhan pertama kali dilakukan oleh iblis, seperti yang di dokumntesikan dalam alquran surat Q.S Shaad; 72 - 80 sebagai berikut:
Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,
kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?."
Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."
Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,
Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan."
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan."
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)."
Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka
84. Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan."
85. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.
dalam dialog tersebut, pembangkangan iblis terhadap keberTuhanan disebabkan oleh rasa sombong, yaitu menganggap diri superior diantara makhluk yg lain, menggapa yg lain rendah, kecil, jadi iblis menganggap iblis lebih mulia dari manusia yg diciptakan dari tanah, ini sebagaimana dalam surat al hijr, ketika Allah mennyakan mengapa iblis tidak mau sujud
Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?"
Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk"
jadi jelas, sumber pembangkakangan manusia terhadap Tuhan itu adalah sikap sombong, merasa mampu, saya bisa segala-galanya tanpa bantun pihak lain termasuk tuhan saya bisa pintar, kaya, sehat, dll, ini diakibatkan bagi kalangan barat karena pendewaan/sebenarnya pen Tuhana Ilmu pengetahuan/rasio. sifat ini adalah merupakan pengaruh dari iblis yang diturunkan kepada manusia sebagaimana sumpahnya dalam surat shaad diatas, bahwa iblis akan mencari teman untuk bersama-sama di neraka, dengan cara menanamkan rasa sombong dipikiran umat manusia.
maka jika kita hari ini tidak mau mendengar kata Tuhan, maka kita sombong menganggap itu tidak penting, maka artinya anda sudah mendeklarsikan pembangkangan terhadap tuhan yang telah menciptakan anda, alam semesta.


0 komentar: on "Pembangkangan Manusia terhadap Tuhan"
Posting Komentar