,

Jl. Wachid Hasyim, samarinda, HP: 081350782911
Email: gun_fis01@yahoo.com

,

“BELAJAR MENULIS”

Rabu, 14 Juli 2010

Bangsa terjajah /inlander


sudah lebih setengah abad negara kita merdeka, tetapi keterbelakangan, belum terjangkaunya pelayanan publik bagi sebagaian masyarakat, minimnya infrastruktur pada bangsa ini masih terus ada, dan kita tidak tau sampai kapan akan berakhir, infrastruktur yang begitu masih bermasalah, misalnya saja jalan trans kalimantan yang menghubungkan kaltim, kalsel, kalteng sampai kalbar belum tersambung dengan baik, begitu juga dengan di Papua, kalau kita ajukan pertanyaan mengapa kita tidak bisa membangun atau menyiapkan pelayanan dan fasilitas kepada rakyat apakah memang kesengajaan, saya kira tidak, jawaban itu kemudian dijawab dalam buku Prof. Amien Rais selamtkan Indonesia karena kita tidak punya UANG. lho koq bisa kita nggak punya uang ... ?, kemana harga dari kekayaan alam kita; minyak bumi dan gas, Batu bara, besi, timah, nikel, emas, Tembaga ataupun hutan kita, tanah kita yang luas yang bisa ditanami berbagai tumbuhan, laut kita yang penuh dengan biota laut kita, letak geografis kita yang terletak dalam jalur transportasi dunia, dimana kekuatan, peluang yang kita punyai sebagai sebuah bangsa? Coba kita tengok siapa yang mengelola kekayaan alam kita ini? Tembaga di Papua atau tepatnya di Timika yang merupakan tambang tembaga terbesar didunia ini dikelola oleh freeport perusahaan Amerika serikat, ternyata tidak hanya mengelola biji tembaga tapi juga berupa Emas, sehingga PT freeport menjadi perusaahaan penambang emas terbesar di indonesia.
karena sejak 1988 ditemukan deposit emas yang diperkirakan mencapai 2,8 miliar metrik ton bijih.
Belakangan, diakui sebagai kandungan emas terbesar di dunia. Hingga kini perusahaan yang bermarkas
di New Orleans, AS itu mampu memproduksi 200.000 ribu ton bijih emas setiap harinya,
jadi kalau kita hitung-hitungan harga 1g emas 1 ton biji emas itu tentunya masih bercampur
dengan tembaga 1 ton itu bisa menghasilkan emas 24,7 g X 200.000 = 4940000 g atau 4940 kg
emas (4,94 ton emas) kalau kita hitung-hitungan 4940 kg = 4940.000 g x Rp 100.000 (harga 1g
emas) = Rp 494.000.000.000 (494 M tiap hari) coba anda kali selama 1 tahun (365 hari) berapa
yg seharusnya di dapat oleh bangsa ini, belum lagi untuk tembaganya, bahkan disinyalir PT freeport
secara diam menambang dan memproduksi Uranium bahan untuk Nuklir, belum kita berbicara batu bara yang ada di kalimantan mulai dari kaltim, kalsel, kalteng, kalbar, dan kalau kita menyebrang di pulau sumatera, palembang, dll, timah di bangka, dll, minyak dan gas yang hari ini diperebutkan oleh perusahaan-perusahaan dunia, Shell, vico, total, unocal, dll
hmmm luar biasa, apa yang didapatkan bangsa ini terhadap kekayaan alamnya, kalau saudara-saudara kita di papua, mendapatkan kerusakan alam, kaltim, kalsel begitu juga,
akhirnya tesis bahwa semakin besar SDA nya akan semakin makmur terbantahakan, bahkan
sebaliknya menjadi negara terbelakang tapi ternyata kekayaan alam kita ini yang seyogyanga dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat hanya dinikmati oleh komprador-komprador asing, dan kita hanya menjadi pribumi terjajah istilah Amien rasi menjadi bangsa inlander/ terjajah
dan belum kita berbicara tentang sumber daya perkebunan, perikanan, letak geografis ternyata
yang nikmati adalah negara kecil Singapura, kemana kita ... ? kita hanya menjadi negera
pengekspor bahan baku dimana pemerintah, sehingga sangat menarik sebenarnya ide
dari Kesatuan aksi mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan beberapa tokoh bangsa ini,
dengan idenya kemandirian dan kedaulatan, ini lah PR bangsa ini mengembalikan kedaulatan
dan kemandirian kita yang dirampas oleh asing yg bekerjasama dengan para penghianat-penghianat
dengan kemandirian dan kedaulatan untuk mengelola bangsanya maka permasalahan tidak
adanya uang untuk membangun jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, membiayai pelayanan publik akan sangat
mudah, tapi mungkinkah itu ...? dengan melihat perilaku, pemikiran para pemimpin pengelola
bangsa ini kita hari ini, sepertinya hanya mimpi, tapi sebgai anak muda kita harus selalu optimis. menggelorakan kembali kemnadirian dan kedaulatan bangsa.
wallahu alam

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Bangsa terjajah /inlander"

Posting Komentar